Bencana di Wasior

Oktober kelabu, itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan Indonesia kekinian, dalam sebulan terakhir yang kebetulan bebarengan dengan Ultah Pertama Periode ke-2 Pemerintahan Pak Be Ye, Indonesia dilanda tiga bencana besar. Awal bulan Oktober publik dihentakkan oleh bencana banjir bandang Wasior di tanah Papua. Di akhir penutupan bulan Oktober ini kita di kejutkan lagi dengan dua bencana besar yang saling beriringan, yaitu: gempa dasyat yang diikuti oleh Tsunami di Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi yang diikuti oleh wedhus gembel atau awan panas.
Secara kuantitatif dari korban kehilangan jiwa saja tercatat berturut-turut, banjir bandang Wasior menelan 101 jiwa serta puluhan korban belum diketemukan, gempa dan tsunami Mentawai menelan 200 korban jiwa dengan 400 korban yang belum diketemukan nasibnya, sementara korban dari letusan Gunung Merapi terakhir tercatat 29 orang, satu diantaranya korban merupakan tokoh nasional sang Juru Kunci Merapi mBah Maridjan.
Dari tinjauan sosial ekonomi, kerugian dari tiga bencana tersebut sangat besar, puluhan bahkan ratusan miliar rupiah perlu digelontorkan untuk rehabailitasi para korban yang selamat guna melanjutkan kehidupannya. Atas semua musibah yang terjadi dan kerugian harta benda yang sangat besar maka komunitas masyarakat online dunia bersimpati dengan menerbitkan istilah ‘Pray for Indonesia’. Dengan menampilkan pita hitam dan lambang Burung Garuda, ungkapan Pray for Indonesia ini mendunia dalam sekejab, dan  memikat iba ke penjuru dunia pada nasib negeri Indonesia yang sedang dirundung petaka ini.
Ada #prayforindonesia, “bless Indonesia” dan “mentawai.” Bahkan, #prayforindonesia sempat menempati posisi teratas trending topic di  jejaring Twitter. Sejumlah artis dunia memantulkan topik ke jutaan pengikut mereka di dunia maya itu. Inilah bentuk solidaritas dunia maya untuk Indonesia. Para pemimpin Negara dunia termasuk Obama beserta para Selebriti dunia yang salah satunya Tom Cruise dengan tulus mengucapkan bela sungkawa serta kesiapannya untuk membatu para korban bencana.
Truss, Pak Be Ye kemana ya? Ternyata kemarin kebetulan sedang melaksanakan lawatan ke mancanegara. Untungnya Pak Be Ye langsung menghentikan lawatan dan segera pulang ke tanah air, kalau tidak segera pulang, Apa Kata Dunia……………..hehehehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eat Pray Love

Tsunami Mentawai